Rabu, 18 Mei 2016

1 + 1 = 2


Itulah palajaran matematika yang aku dapat dari kelas 1 SD. Seiring dengan pertambahan usia dan terus menerusnya saya naik kelas hingga sampai kepada sekarang ini aku adalah seorang sarjana pendidikan fisika. 1 + 1 itu tidak selalu menghasilkan angka dua. Dimulai dari matematika aljabar yang dipelajari sejak SMP kita diperkenalkan dengan adanya faktor x dan y yang dimisalkan adalah dua faktor yang berbeda atau dua benda yang berbeda. Dimisalkan 1x + 1y itu tidak sama dengan 2, karena x dan y adalah variabel yang berbeda. Misal pada kehidupan sehari-hari budi membeli satu pensil dan satu buku maka hasilnya akan tetap satu, yaitu satu pensil dan satu buku. Ini dikarenakan pensil dan buku merupakan dua barang yang berbeda. Ada lagi jiga persoalan dimasukan terhadap makhluk hidup maka 1 + 1 bisa menghasilkan beberapa kemungkinan walaupun pertambahan terjadi pada dua jenis yang berbeda. Kita misalkan 1 + 1 terjadi pada sepasang kekasih yang tentu saja berlainan jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Maka satu laki-laki dan satu perempuan jika di tambahkan akan menghasilkan 3, 4, 5 bahkan lebih tergantung waktu yang berlaku atau waktu mereka bersamaan dengan catatan kalau perempuan dan laki-laki tersebut sudah dewasa dan dinyatakan sehat atau tidak mandul. Mari kita masuk kedalam persoalan lagi, sekarang satu laki-laki dan satu perempuan namun dua manusia ini belum beranjak dewasa maka persatuan atau pertambahan tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa melainkan hasil yang sama, walaupun kedua manusia tersebut melakukan persetubuhan. Malahan jika dilakukan percobaan terhadap dua manusia kecil tersebut akan menimbulkan permasalahan dan akan berurusan dengan KAK SETO. Mari kita berhadapan dengan persoalan yang lain. Jika satu laki-laki dan satu laki-laki disatukan atau ditambahkan itu bisa disebut atau menghasilkan 2 laki-laki. Namun dua laki-laki yang disatukan akan mengundang banyak tanya dan mungkin masyarakat menilai kalau dua laki-laki disatukan itu sama dengan homo bukan DUA. Hal ini juga berlaku pada satu perempuan ditambah satu perempuan. Sekarang kita ambil persoalan jika yang disatukan adalah makhluk yang berbeda, misal satu harimau ditambah satu ayam. Dengan melihat sifat dari masing-masing binatang tersebut maka kita pasti akan mengira kalau mereka disatukan hasilnya adalah satu harimau karena sang ayam habis ditelan harimau. Namun berbeda halnya jika kedua binatang ini terlibat sekandal seks yang tak biasa, mereka memadu kasih. Makajika pembuahan terjadi diantara mereka si ayam akan menetaskan telur yang berisi harimau jiak si ayam betina dan harimaunya jantan. Tetapi jika ayamnya jantan dan harimaunya betina saya kurang tau, karena ayam jantan tidak pernah mempunyai penis. Maka pembuahan tidak akan terjadi melainkan hanya sekandal seks yang kurang masuk akal.

Sekian dan terima kasih, inilah pemikiran saya setelah sekian lama belajar matematika dan biologi.

Sabtu, 16 Januari 2016

Untukmu Yang Memilih Setia

Dari aku yang dulu tak mengenalmu . . .
Hingga kini mencintaimu secara berlebihan . . .
Hati ini dipenuhi sejuta kenangan bersamamu . . 
walaupun aku sudah jaran memikirkannya . . .
Sulit untukku melupakanmu . . .
Namun sangat mudah untuk meningatmu . . .
Segalanya telah kita lalui . . .
Hingga setiap aku melangkah kedepan wajahmu selalu nampak dalam ingatanku . . . 
Kini kau telah kembali padanya . . .
Pada pacarmu yang memang belum kau putuskan . . . 
Hubungan kita hanya sebatas sahabat . . .
Namun apa yang telah kita lakukan selama ini melebihi dari sebuah persahabatan . . .
Kini kau tak lagi disini . . .
Berada jauh di sana . . .
Mungkin kau tak lagi memikirkanku . . .
Aku bangga padamu karena kau lebih memilih setia . . .
Bersama pacarmu di sana . . .
Aku disini selalu berusaha merelakanmu bersamanya . . .
Namun sepertinya membutuhkan waktu yang lama . . .
Dulu hampir setiap malam kita telponan . . .
Hampir setiap hari bertemu . . .
Tapi sekarang, kau pulang dan tak pernah lagi membalas pesan singkatku , , ,
Bahkan kontak BBM ku kau hapus . . .
SMS ku tak pernah lagi kau balas . . . 
Panggilanku pun tak pernah kau angkat . . .
Mungkin ini cara mu agar aku bisa cepat melupakanmu . . . 
Momen bersamamu adalah momen yang paling indah yang pernah kurasakan . . .
Aku harap kau pun memahaminya kalau aku sulit melupakanmu . . .
Dan memang tak bisa dilupakan . . .
Aku memang belum menjadi pria yang baik . . .
Namun kau telah berhasil membuatku menjadi lebih baik . . .
Dan aku akan terus berusaha menjadi lebih baik . . .
Hingga suatu saat nanti aku akan menunjukan padamu bahwa aku layak mendapatkanmu . . .
Suatu saat nanti aku akan mengunjungimu, bila kau tak lagi bersamanya . . .