Jumat, 04 April 2014

RPP Azas Black

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  (RPP)

Satuan Pendidikan  : SMA
Kelas/Semester       :X/1
Mata Pelajaran        : Fisika
Materi Pokok          : Suhu, Kalor, dan Perpindahan Kalor
Waktu                     : 4 x 3 JP
                             Pertemuan ke         : 2 dari 2 pertemuan

A.    Kompetensi Inti :
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.      Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B.     Kompetensi Dasar
1.1      Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya  melalui pengamatan fenomena alam  fisis dan pengukurannya
2.1  Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis;  kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi
3.8  Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari
4.1  Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat untuk penyelidikan ilmiah




C.    Indikator Pencapaian Kompetensi 
1.    Menunjukan sikap ilmiah dalam melakukan percobaan tentang azas black
2.    Menjelaskan teori azas black
3.    Menerapkan teori azas black
D.    Tujuan Pembelajaran
Setelah melakukan percobaan, berdiskusi, mencari informasi dan bertanya, siswa dapat menyelidiki azas black

E.     Materi Hambatan suatu Penghantar (Fisika)

Asas Black
Peristiwa pelepasan kalor dari zat yang mempunyai suhu tinggi ke zat yang mempunyai suhu rendah sehingga mencapai suhu yang setimbang diteliti oleh ilmuwan Skotlandia bernama Joseph Black. Joseph meneliti pelepasan kalor pada air panas yang dicampur air dingin. Menurut Black, banyaknya kalor yang dilepaskan air panas sama dengan banyaknya kalor yang diterima air dingin. Pernyataan tersebut kemudian dikenal dengan Asas Black. Secara matematis, Asas Black dinyatakan :

lepas = Q terima

Asas Black juga dipakai juga dipakai dalam pembuatan air panas pada dispenser. Air dalam dispenser tersebut dapat mendidih karena memperoleh energi panas dari energi listrik yang berasal dari elemen panas. Pada peristiwa tersebut, elemen pemanas memberikan energi panas dan air menerimanya. Secara matematis, dapat dituliskan dengan persamaan:

lepas = Q terima

Keterangan      :
Q =  kalor yang dilepaskan (J)
m = massa benda (kg)
c = kalor jenis J/kt
= perubahan suhu

F.     Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific). Pembelajaran koperatif (cooperative learning) menggunakan kelompok diskusi yang berbasis masalah (problem-based learning). 

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan PBL
Pendekatan Saintifik
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
PENDAHULUAN

·         Guru membuka kegiatan belajar dengan salam.
·         Guru memeriksa kehadiran siswa.
·         Guru melakukan apersepsi tentang  , dimana Q adalah kalor yang diberikan, m adalah massa, c adalah kalor jenis benda, dan  adalah perubahan suhu.
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran.
5 menit
Fase1
Orientasi peserta  didik kepada masalah

·         Guru menggali konsepsi awal siswa melalui beberapa pertanyaan yang sudah dirancang.

10 menit
KEGIATAN INTI

Fase 2
Mengorganisasikan peserta didik




Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok  


60 menit
Fase 3
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya




Mencoba




Dengan panduan guru, siswa melakukan percobaan mencampurkan air dingin dengan air panas bersama kelompoknya masing-masing.

Fase 5
Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Membuat Jejaring Pembelajaran

Siswa diberi tugas untuk mengisi LKS.
Memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil percobaannya.

PENUTUP

Siswa dibimbing oleh guru untuk menyimpulkan bahwa Q lepas = Q terima


15 menit

G.    Alat/Media Pembelajaran
Alat : air panas, air dingin, gelas, wadah/mangkuk, termometer.
Bahan ajar : buku pegangan siswa
H.    Sumber Pembelajaran
1. Kanginan, Marthen. 2013. FISIKA 1 untuk SMA/MA Kelas x. Jakarta: ERLANGGA.
2. Lingkungan sekolah

I.       Penilaian Hasil Belajar
1.       Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
2.       Prosedur Penilaian:
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
1.
Sikap
1.        Menunjukan rasa ingin tahu
2.        Ketelitian dan hati-hati
3.        Ketekunan dan tanggung jawab
4.        Berkomunikasi

Pengamatan
Selama pembelajaran dan saat diskusi
2.
Pengetahuan
Prinsip kekekalan energi, yaitu kalor yang dilepaskan oleh air panas sama dengan kalor yang diterima air dingin


Pengamatan dan tes

Penyelesaian tugas individu dan kelompok
3.

Keterampilan
Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan pertukaran kalor

Pengamatan

Penyelesaian tugas (baik individu maupun kelompok) dan saat diskusi






J.      Instrumen Penilaian Hasil belajar 
Penilaian sikap

Skor
Uraian
Menunjukan rasa ingin tahu
3
Menunjukan rasa ingin tahu yang besar, antusias, aktif dalam kegiatan kelompok
2
Menunjukan rasa ingin tahu, namun tidak terlalu antusias, dan baru terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika disuruh
1
Tidak menunjukan antusias dalam pengamatan, sulit terlibat aktif
Ketelitian dan hati-hati
3
Mengamati hasil percobaan sesuai prosedur, hati-hati dalam melakukan percobaan
2
Mengamati hasil percobaan sesuai prosedur, kurang hati-hati dalam melakukan percobaan
1
Mengamati hasil percobaan tidak sesuai prosedur, kurang hati-hati dalam melakukan percobaan
Ketekunan dan tanggung jawab
3
Tekun dalam menyelesaikan tugas dengan hasil terbaik yang dapat dilakukan, berupaya tepat waktu
2
Berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan tugas, namun belum menunjukkan upaya yang terbaiknya
1
Tidak berupaya sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas dan tugasnya tidak selesai
Berkomunikasi
3
Aktif dalam tanya jawab, dapat mengemukakan ide, menghargai pendapat siswa lain
2
Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukakan ide, kurang menghargai pendapat siswa lain
1
Tidak aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukakan ide, tidak menghargai pendapat siswa lain

Tes tertulis
1.      Sepotong alumunium dengan massa 200 g dipanaskan sampai suhunya mencapai 90, kemudian segera dijatuhkan ke dalam suatu bejana yang berisi 100 g air pada suhu 20Dengan mengabaikan permukaan kalor terhadap lingkaran sekitar dan kalor yang diserap bejana, hitung suhu akhir campuran. Kalor jenis alumunium 900 J/Kg C, kalor jenis air 4200 J/KgC.

Kunci Jawaban
                                                                                              
No.
Kunci Jawaban
Skor
1.
Diketahui :
Alumunium
·         m1 = 200 g = 0,2 kg
·         c1 = 900 J/kg C
·         T1 = 90
Air :
·         m2 = 100 g = 0,1 kg
·         c2 = 4200 J/kg C
·         T2 = 20
Ditanyakan : suhu akhir campuran ?
Solusi :
suhu alumunium turun
       =
Alumunium melepas kalor
     = (0,2 kg)(900 J/kg C)(90-x)
     = 180 J
Suhu air naik
       =
Air menerima kalor
     = (0,1 kg)(42000 J/kg C)
     = 420 J

Dengan menggunakan asas Black
              Q lepas = Q terima
  180 = 420 
      3 = 7
        = 7
               
                     x = 41
Suhu akhir campuran adalah 41

100
Jumlah Skor
100

Catatan:
Penyekoran bersifat holistik dan komprehensif, tidak saja memberi skor untuk jawaban akhir, tetapi juga proses pemecahan yang terutama meliputi pemahaman, komunikasi matematis (ketepatan penggunaan simbol dan istilah), penalaran (logis), serta ketepatan strategi memecahkan masalah.


Penilain Keterampilan
No.
Aspek
Skor
1.
Membuat tabel data pengamatan
30
2.
Mengolah perhitungan
50
3.
Membaca alat ukur
20

Jumlah Skor
100

NAMA
ASPEK 1
(30)
ASPEK 2
(50)
ASPEK 3
(20)
TOTAL
(100)

























Lembar Kerja Siswa (LKS)
“ASAS BLACK”

I.                   Tujuan         : Siswa mampu membuktikan teori Asas Black
II.                Dasar Teori :
Asas Black adalah suatu prinsip dalam termodinamika yang dikemukakan oleh Joseph Black. Asas ini menjabarkan:
a.       Jika dua buah benda yang berbeda yang suhunya dicampurkan, benda yang panas memberi kalor pada benda yang dingin sehingga suhu akhirnya sama
b.       Jumlah kalor yang diserap benda dingin sama dengan jumlah kalor yang dilepas benda panas
c.        Benda yang didinginkan melepas kalor yang sama besar dengan kalor yang diserap bila dipanaskan
Bunyi Asas Black adalah sebagai berikut:
Pada pencampuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepas zat yang suhunya lebih  tinggi” secara umum rumus Asas Black adalah
Rounded Rectangle: Qlepas = Qterima


Keterangan:
Qlepas adalah jumlah kalor yang dilepas oleh zat
Qterima adalah jumlah kalor yang diterima oleh zat

Rounded Rectangle: (M1 X C1) (T1-Ta) = (M2 X C2) (Ta-T2)

dan rumus berikut adalah penjabaran dari rumus diatas :


Keterangan :
M1 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
C1 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
T1 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
Ta = Temperatur akhir pencampuran kedua benda
M2 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
C2 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
T2 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
sama dengan banyaknya kalor yang diterima zat yang suhunya lebih rendah"

III.             Metode Penelitian
A.    Alat dan Bahan
1.      Termometer
2.      Air panas
3.      Air dingin
4.      Wadah

B.      Prosedur Percobaan

1.      Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada praktikum ini

2.      Ukur suhu pada gelas kimia yang berisi air panas
3.      Ukur suhu pada gelas kimia yang berisi air dingin
4.      Campurkan air panas dan air dingin, lalu ukur kembali suhunya
5.      Catatlah hasil pengukuranmu dalam tabel hasil pengamatan

IV.              Tabel Hasil Pengamatan

Suhu air panas(0C)
Suhu air dingin(0C)
Suhu campuran(0C)










V.                 Kesimpulan
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

4 komentar: