Senin, 27 April 2015

Biografi James Chadwick

A.    BIOGRAFI James Chadwick (1891-1974)
Pada tahun 1891 di sebuah kota bernama Cheshire, Inggris, tepatnya tanggal 20 Oktober lahir seorang anak bernama James Chadwick dari pasangan John Jseph Chadwick dan Anne Mary Knowles. Menempuh pendidikan di Manchester High School hingga 1908, lalu James melanjutkan pendidikannya di Victoria University of Manchester hingga lulus pada tahun 1911. Di bawah bimbingan Ernest Rutherford selama dua tahun di Laboratorium Fisika Universitas Manchester dan mempelajari tentang radioaktivitas hingga dia mendapat gelar M.Sc di umur yang ke-22 pada tahun 1913.
Karir pendidikannya yang sangat gemilang hingga pada tahun yang sama James mendapat anugrah Research Fellowship juga mendapatkan beasiswa dari Royal Commision 1851. James lalu pergi ke Berlin untuk bekerja di Technische Physikalisch Charlottenburg Reichsanstalt di bawah Profesor H. Geiger. Di bawah bimbingan Hans Geiger, Chadwick mampu menunjukan bahwa radiasi beta menghasilkan spektrum kontinu dan bukan garis diskrit seperti yang telah diperkirakan.
Ketika perang dunia pertama pecah di Eropa ia masih berada di Jerman dan ditahan di Zivilgefangenenlager, Ruhleben hingga tahun 1919. Setelah perang mulai mereda Chadwick kembali ke Inggris untuk menerima beasiswa di Gonville Wollaston dan Caius College, Cambridge, dan untuk melanjutkan bekerja di bawah Rutherford, yang sementara itu telah pindah ke Laboratorium Cavendish, Cambridge. Pada saat itu Rutherford telah berhasil mengintegrasi atom dengan menumbuk nitrogen dengan partikel alpha, dengan emisi proton. Ini adalah transformasi nuklir buatan pertama. Di Cambridge, Chadwick bergabung dengan Rutherford dalam menyelesaikan transmutasi elemen cahaya lain oleh penembakan dengan partikel alpha, dan dalam membuat studi tentang sifat dan struktur inti atom.
Pada tahun 1921 Chadwick terpilih menjadi Fellow Gonville dan Caius College hingga tahun 1935 dan menjadi Asisten Direktur Riset di Laboratorium Cavendish (1923). Pada tahun 1927 ia terpilih sebagai Fellow dari Royal Society. Chadwick membuat penemuan fundamental dalam bidang ilmu pengetahuan nuklir, dengan penemuannya dia dianugerahi Hughes Medal dari Royal Society pada tahun 1932, dan kemudian Hadiah Nobel untuk Fisika pada tahun 1935. Dia tetap di Cambridge hingga tahun 1935 ketika ia terpilih sebagai Ketua Jones Lyon Fisika di Universitas Liverpool.
Dari tahun 1943 sampai 1946 ia bekerja di Amerika Serikat sebagai Kepala Misi Inggris melekat pada Proyek Manhattan untuk pengembangan bom atom. Ia kembali ke Inggris dan, pada 1948, pensiun dari fisika aktif dan posisinya di Liverpool pada pemilihannya sebagai Master of Gonville dan Caius College, Cambridge. Dia pensiun dari penguasaan ini pada tahun 1959. Dari tahun 1957 sampai 1962 ia adalah anggota parttime Inggris Atomic Energy Authority.
Chadwick telah memiliki banyak makalah yang diterbitkan pada topik dan yang berhubungan dengan masalah radioaktivitas. Bersama dengan Lord Rutherford dan CD Ellis, Chadwick menulis buku radiasi dari zat radioaktif (1930). Pada tahun 1945 James Chadwick dianugerahi gelar kebangsawanan oleh pemerintah Inggris, sehingga namanya menjadi Sir James Chadwick. Chadwick juga banyak menerima penghargaan dari lembaga terkait dan Universitas yang diantaranya Chadwick menerima medali penghargaan atas penemuannya yaitu dari Hughes Medal (Royal Society. Chadwick menerima Medali Copley (1950) dan Franklin Medal dari Franklin Institute, Philadelphia (1951).
Karena penemuannya yang fundamental dalam bidang ilmu pengetahuan nuklir dan berhasil menemukan partikel Neutron juga berhasil memperbaiki model atom sebelumnya, Sir James Chadwick dianugerahi Hadiah Nobel untuk Fisika pada tahun 1935. Tak lama setelah penemuannya partikel neutron.
Sir James Chadwick banyak menerima gelar kehormatan di Institut Fisika dan selain menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Reading, Dublin, Leeds, Oxford, Birmingham, Montreal (McGill), Liverpool, dan Edinburgh. Chadwick juga merupakan anggota dari beberapa akademi asing atau Associé Académie Royale de Belgique; Luar Anggota Kongelige Danske Videnskabernes Selskab dan Koninklijke Nederlandse Akademie van Wetenschappen;  Anggota Akademie der Sächsische Wissenschaften, Leipzig; Anggota Pontificia Academia Scientiarum dan Franklin Institute; Kehormatan Anggota American Philosophical Society dan American Physical Society.
Sebagai seorang manusia biasa, Chadwick juga memiliki kehidupan berkeluarga. Chadwik menikah dengan Aileen Stewart-Brown pada tahun 1925 yang berasal dari Liverpool. Dari hasil pernikahannya merika dianugerahi putra kembar dan tinggal di Denbigh, North Wales. Sir James Chadwick meninggal pada usia 83 tahun tepatnya pada 24 Juli 1974.

B. SEJARAH PENEMUAN
Ernest Rutherford Laboratory
Seperti yang telah diceritakan pada tahun 1919 setelah perang, Chadwick mengikuti Rutherford ke Laboratorium Cavendish di Universitas Cambridge, di sana Chadwick meraih gelar Doctor of Philosophy di bawah bimbingan Rutherford dari Gonville dan Caius College, Cambridge pada bulan Juni 1921. Dia merupakan Asisten Direktur Riset Rutherford  di Laboratorium Cavendish selama lebih dari satu decade. Pada saat itu adalah salah satu pusat penelitian terkemuka di dunia untuk studi fisika. Chadwick terus melakukan penelitian yang mengarah pada penemuan neutron pada tahun 1932, dan melanjutkan untuk mengukur massanya. Dia mengantisipasi bahwa neutron akan menjadi senjata utama dalam memerangi kanker. Chadwick meninggalkan Laboratorium Cavendish pada tahun 1935 untuk menjadi profesor fisika di University of Liverpool, di sana ia merombak laboratorium kuno dengan memasang siklotron, sehingga membuatnya menjadi salah satu pusat penting bagi studi fisika nuklir.
Pada tahun 1914 James Chadwick merupakan orang pertama yang memperoleh spektrum. Energi partikel beta dari bahan radioaktif. Hal ini ikut menyebabkan Wolfgang Pauli memastikan adanya neutrino. Pada tahun 1920 Chadwick merupakan orang pertama yang mengukur hamburan partikel alfa dan menemukan muatan listrik pada inti. Sejak tahun 1919 ia bekerja sama dengan Rutherford. Mereka berdua membuat transmutasi buatan dengan jalan menembakkan partikel alfa pada unsur-unsur. Mereka berdua giat sekali mempelajari atom. Pada tahun 1897 Thomson menemukan elektron. Pada tahun 1911 Rutherford menemukan proton. Kita sudah tahu bahwa atom terdiri dari elektron dan inti. Inti terdiri dari proton dan netron. Tapi waktu itu neutron belum ditemukan orang.
Pada tahun 1930 Walther Bothe dan H. Becker yang sedang mengadakan riset di Jerman. Dia menumbukan berilium dengan partikel alfa. Akibatnya dari penumbukan tersebut timbullah sinar yang sangat kuat daya tembusnya. Ia berpendapat bahwa sinar itu merupakan gamma yang bertenaga tinggi. Irene dan Frederic Joliot-Curie di Perancis mengulang eksperimen tersebut pada Januari 1932. Mereka menemukan bahwa sinar itu melemparkan proton dari bahan-bahan yang mengandung bahan hidrogen. Tapi mereka tidak memberi penafsiran tentang sinar gamma yang bertenaga tinggi tersebut yang diungkapkan oleh Walther Bothe dan H. Becker. Pada saat yang bersamaan Chadwick mengadakan eksperimen yang sama di Inggris. Pada akhir bulan Februari tahun itu juga (1932) Chadwick berhasil menafsirkan dengan betul sinar itu. Sinar itu tidak bersifat gelombang elektromagnetik, daya tembusnya sangat kuat, tidak terpengaruh oleh medan listrik, dengan mudah menyepak proton keluar. Akhirnya Chadwick menyebut partikel itu neutron, sesuai dengan saran Rutherford. Pada tahun 1932, Chadwick membuat penemuan fundamental dalam bidang ilmu pengetahuan nuklir: ia membuktikan keberadaan neutron - partikel dasar tidak memiliki muatan listrik apapun. Berbeda dengan inti atom helium (alfa sinar) yang dibebankan, dan karena itu ditolak oleh kekuatan listrik yang cukup besar ada di dalam inti atom berat, alat baru ini atom disintegrasi tidak perlu mengatasi hambatan listrik dan mampu menembus dan membelah inti bahkan unsur-unsur terberat. Chadwick dengan cara ini menyiapkan jalan menuju fisi uranium 235 dan menuju penciptaan bom atom.

CPENEMUAN-PENEMUAN JAMES CHADWICK

1.      Model Atom James Chadwick
Pada tahun 1932, model atom Rutherford dimodifikasi sedikit oleh adanya penemuan neutron oleh James Chadwick. Chadwick menemukan bahwa penembakan partikel-α terhadap berilium dapat menghasilkan neutron, partikel tak bermuatan, namun dengan massa sedikit lebih besar dibandingkan massa proton. Sehingga, model atom kontemporer adalah model dengan inti atom besar yang mengandung proton dan neutron dikelilingi oleh awan tipis elektron. Adanya neutron juga menjelaskan mengapa massa atom lebih berat dari massa total proton dan elektronnya.
Dengan pengertian dasar tentang bagian fundamental atom seperti elektron, proton, dan neutron, maka dapat dimungkinkan adanya model yang lebih rumit dan lengkap lagi dari atom yang cukup dapat menjelaskan sifat dan karakteristik atom dan senyawa atom.
Massa neutron = 1 sma (satuan massa atom) =  gram

Neutron
Struktur quark dari sebuah neutron
Neutron atau netron adalah partikel subatomik yang tidak bermuatan (netral) dan memiliki massa 940 MeV/c² (1.6749 × 10-27 kg, sedikit lebih berat dari proton. Putarannya adalah ½. Inti atom dari kebanyakan atom (semua kecuali isotop Hidrogen yang paling umum, yang terdiri dari sebuah proton) terdiri dari proton dan neutron. Di luar inti atom, neutron tidak stabil dan memiliki half-life sekitar 10 menit, meluluh dengan memancarkan elektron dan antineutrino untuk menjadi proton. Metode peluruhan yang sama (peluruhan beta) terjadi di beberapa inti atom. Partikel-partikel dalam inti atom biasanya adalah neutron dan proton, yang berubah menjadi satu dan lainnya dengan pemancaran dan penyerapan pion. Sebuah neutron diklasifikasikan sebagaibaryon dan terdiri dari dua quark bawah dan satu quark atas. Persamaan Neutron anti bendanya adalah antineutron. Perbedaan utama dari neutron dengan partikel subatomik lainnya adalah mereka tidak bermuatan. Sifat neutron ini membuat penemuannya lebih terbelakang, dan sangat menembus, membuatnya sulit diamati secara langsung dan membuatnya sangat pentin sebagai agen dalam perubahan nuklir.




Daftar Pustaka




LAMPIRAN





Rabu, 15 April 2015

Produk Kaos Pendidikan Fisika UIN SGD Bandung

Baju Pendidikan Fisika
Pendidikan Fisika adalah sebuah Jurusan atau bidang studi dalam bidang ilmu FIsika. Di salah satu Universitas yang terletak dikota Bandung, tepatnya daerah Bandung timur, Cibiru terdapat sebuah kampus yang bernama Universitas Islam Negeri Sunan GUnung Djati Bandung atau yang sering disingkat menjadi Uin SGD Bandung. Dulunya kampus ini bernama IAIN SGD Bandung namun pada tahun 2006 berevolusi menjadi sebuah Universitas. Jurusannya pun bertambah banyak dan mulai didirikan bidang studi umum.
Pendidikan Fisika adalah salah satunya, merupakan cabang dari Jurusan MIPA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Berdiri tahun 1993 yang sebelumnya bernama jurusan IPA terpadu. Semenjak tahun 1993 sampai sekarang tahun 2014 Pendidikan fisika belum mempunyai identitas yang khas dimata masyarakat. Dalam hal ini kami sebagai bagian dari Mahasiswa Pendidikan Fisika UIN SGD Bandung berinisiatif membuat aksesoris berupa Kaos yang khusus  berbau Pendidikan FIsika UIN SGD Bandung. Tujuannya agar Pendidikan Fisika lebih dikenal dikalangan Masyarakat dan juga membantu Mahasiswa Pendidikan Fisika lebih kreatif dalam berwirausaha.
Selain tujuan diatas kami juga mempunyai tujuan yang khusus dalam menyebarkan ilmu pengetahuan. Pembuatan kaos tersebut bukan semata hanya untuk mencari keuntungan material saja, tetapi untuk menyebarkan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang fisika dengan cara mengisi desain pada baju tersebut dengan materi atau pengetahuan fisika. Dengan begitu masyarakat yang melihat baju tersebut dapat mengetahui fisika dengan melihat atau membaca desain pada baju tersebut.
Maka pada tanggal 12 maret kami membuat produksi pertama kami.


Rencananya kami akan membuat produksi yang ke tiga, dengan desain yang simple dan terutama menunjukan identitas bahwa kaos tersebut adalah buatan mahasiswa Pendidikan Fisika Uin SGD Bandung. Maka inilah produksi yang ke dua dan ketiga yang akan dikeluarkan pada akhir bulan maret.
degan ini kami berinama label kaos kami dengan nama Physics Edu.

Untuk Pemesanan Hubungi : 085624430800 (Hanya untuk wilayah Bandung)


RPP Penjumlahan Vektor

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
 



Satuan Pendidikan        : SMA 
Kelas/Semester             : X IPA/Ganjil
Mata Pelajaran              : Fisika
Pertemuan                    : 2 (dua)
Alokasi waktu              : 2 × 45 Menit

A.     Kompetensi Inti
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.      Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B.     Kompetensi Dasar
3.2  Menerapkan prinsip penjumlahan vektor (dengan pendekatan geometri)
4.1  Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat untuk penyelidikan ilmiah
4.2  Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menentukan resultan vektor
C.     Indikator
-       Mengklasifikasikan penjumlahan vektor dan penguraian vektor dari penyelidikan suatu masalah
-       Merangkum materi penjumlahan vektor, penguraian vektor dan operasi vektor



D.     Tujuan Pembelajaran
Setelah dilakukan proses pembelajaran dengan model Cooperative Script (CS) siswa diharapkan dapat:
1.      Mengklasifikasikan penjumlahan vektor dan penguraian vektor dari penyelidikan suatu masalah
2.      Merangkum materi penjumlahan vektor, penguraian vektor dan operasi vektor

E.     Strategi Pembelajaran:
-       Pendekatan      : Deduktif
-       Model              : Cooperative Script (CS)
-       Metode            : Tanya jawab, diskusi.
F.      Materi Pembelajaran:
1.      Penguraian vector
2.      Operasi Vektor

G.    Langkah-langkah Pembelajaran
Urutan tahapan
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Waktu
Kegiatan guru
Kegiatan siswa
Awal
Pengelolaan Kelas:
§  Guru mengucapkan salam dan meminta KM untuk memimpin doa sebelum belajar dimulai
§  Guru mengabsen siswa

§  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai pada pertemuan ini. Tujuan pembelajaran:

Apersepsi:
Guru bertanya pada siswa ada berapa metode yang bias dilakukan untuk menghitung resultan.
Bagaimana cara kalian menjumlahkan vektor ?bagaimana jika yang diketahui hanya resultannya saja ?

Motivasi:
Guru bertanya pada siswa “Andi adalah seorang anak petani, dia diperintahkan oleh ayahnya untuk mengantarkan makanan menuju saung ditengah sawah tanpa menginjang lading sawahnya, bagaimanakah andi mengantarkan makanan tersebut ?


Pengelolaan Kelas:
§  Siswa menjawab salam dan memimpin doa

§  Siswa menyimak penyampaian guru

§  Siswa menyimak guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai pada pertemuan ini.

Apersepsi:
Siswa menjawab pertanyaan apersepsi dari guru.






Motivasi:
Siswa menjawab pertanyaan motivasi yang disampaikan oleh guru.

15’
Kegiatan Inti
Tahap Mood
§  Guru mengarahkan siswa untuk mencari pasangan untuk berdiskusi, pilih teman yang dikehendaki atau teman sebangku.
§  Guru memberi Bahan ajar kepada siswa untuk didipelajari terlebih dahulu atau membaca buku pegangan mengenai materi penguraian vektor dan operasi vektor.
§  Siswa berkumpul bersama pasangannya masing-masing


§  Siswa mengeluarkan buku paket atau menerima bahan ajar dari guru
10’
Tahap Understand
§  Guru menyuruh siswa untuk membaca materi penjumlahan vektor
§  Guru menerangkan secara ringkas penguraian vektor dan operasi vektor beserta contoh dalam kehidupan sehari-hari

§  Siswa membuka bahan ajar atau buku paket dan membaca juga sambil memperhatikan guru menerangkan penguraian vektor dan opearsi vektor
20’
Tahap Recall
§  Guru memberikan suatu permasalahan atau praktikum sederhana berupa menyelidiki jalan terdekat dari rumah menuju kesekolah dengan mempertimbangkan berbagai jalan alternative menuju sekolah dan dicatat dalam laporan penyelidikan
§  Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman mengenai materi atau ide-ide yang telam mereka baca dan menyelidiki permasalahan
§  Guru membimbing siswa agar mereka dapat menyampaikan rangkuman kepada pasangannya secara bergantian
§  Siswa memecahkan masalah yang diberikan oleh guru dengan cara berdiskusi dengan pasangannya dan membuat rangkuman dari hasil diskusi mereka
§  Siswa menjelaskan solusi dari permasalahan yang telah mereka pecahkan dan rangkum kepada pasangannya secara bergantian, yang satu sebagai pendengar dan yang lainnya adalah pembicara
Tahap Detect
§  Guru menghimbau siswa untuk saling mengoreksi dan melengkapi hasil rangkuman pasangannya juga mengoreksi apabila ada yang salah menurut penafsiran mereka
§  Siswa menjadi pendengar ketika mereka memperhatikan temannya menerangkan sambil mengoreksi kesalahan atau melengkapi rangkumannya sendiri.
30’
Tahap Elaborate
§  Guru menghimbau siswa untuk menguraikan hasil ringkasan materi kepada pasangannya
§  Guru mempersilahkan siswa untuk mempresentasikan hasil penyelidikan jalan alternatif
§  Siswa menguraikan hasil ringkasan materi kepada pasangannya
§  Beberapa pasangan siswa mempresentasikan hasil penyelidikan jalan alternatif
Tahap Review
§  Merupakan tahap kedua pasangan mencari hubungan penjumlahan vector dengan kehidupan nyata siswa, ide lain yang pernah dipelajari, pendapat tentang materi, dan reaksi emosional atau respon terhadap ide-ide pokok materi.
§  Siswa yang lain memperhatikan presentasi yang dilakukan temannya, jika ada pendapat yang berbeda siswa diberi kesempatan untuk menyanggah pendapat teman yang sedang menyajikan hasil diskusinya
§  Siswa mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Penutup
§  Guru bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman atau simpulan  pelajaran

§  Guru memberikan latihan soal individu kepada siswa mengenai penjumlahan vektor
§  Guru memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
§  Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi lanjutan yaitu operasi vektor
§  Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam
§  Siswa bersama-sama dengan guru membuat rangkuman atau simpulan pelajaran

§  Siswa mengerjakan latihan soal individu yang diberikan oleh guru

§  Siswa menyimak motivasi yang disampaikan oleh guru

§  Siswa menyimak materi yang akan dipelajari pertemuan lanjutan yaitu operasi vektor
§  Siswa menjawab salam dari guru
15’

H.    Perangkat Pembelajaran
Media pembelajaran: animasi, slide powerpoint
Alat pembelajaran: spidol, papan tulis/white board
Sumber belajar:
Pujianto, Supardianingsih, Risdiyani, Rinawan. 2013. FISIKA Untuk SMA/MA Kelas X. Klaten: Intan Pariwara.
Muhammad Farchani, Eko Firmansyah, Rachmad Resmiyanto, Atsnaita. 2014. FISIKA Untuk SMA/MA Kelas X. Solo: Platinum

I.       Penilaian
Teknik penilaian: penugasan, tes tertulis